Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Juli 21, 2008 at 10:04 am Tinggalkan komentar

Pengertian umum rumah tangga mencakup unsur ayah, ibu, dan anak. Ada yang mengartikan, juga mencakup kakek dan nenek. Dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), pengertian rumah tangga diatur dalam pasal 2, yang menetapkan, lingkup keluarga meliputi suami, istri, anak, orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga karena hubungan darah, perkawinan, persusuan, pengasuhan, dan perwalian termasuk orang yang bekerja dalam rumah tangga tersebut dan berdiam dalam jangka waktu lama. KDRT dalam UU No. 23 tahun 2004, diatur dalam pasal 1, mencakup tiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, namun tidak menutup kemungkinan juga terhadap laki-laki, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikolgis dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.

Kekerasan rumah tangga dapat dianalisis oleh basic/frame teorinya Karl Marx, meski pada asalnya teori Marx menganalisis pada gejala konflik antar kelas sosial, khusunya pada masyarakat kapitalistik.
meski demikian, inti dari teori konflik Marx adalah, adanya kelompok sosial yang dominan, yaitu menguasai sumber-sumber produksi, dan karenanya kelompok ini menjadi kelompok yang mengeksploitasi kelompok lain.
struktur sosial yang patriarkhal (segalanya berpusat pada dominasi kaum pria) menempatkan pria menjadi superior dalam berbagai sektor: ekonomi, politik, pendidikan, dsb.
Sementara kaum perempuan dalam struktur sosial demikian dijadikan sebagai kaum yang posisinya sub ordinat, padahal produktif. Karenanya, kaum perempuan ditempatkan sedemikian rupa melalui reproduksi sistem sosial untuk tergantung sama pria,
kekerasan dalam rumah tangga (yang dilakukan laki-laki) pada intinya dilakukan laki-laki untuk menunjukkan superioritasnya. Dan, dalam banyak kasus, karena perempuannya sudah dibuat, bahkan dipaksa, untuk tergantung sama laki-laki, banyak yang tidak berdaya.
tapi teori ini bukan satu-satunya. analisis dapat dilakukan sesuai dengan karakterisktik gejala yang terjadi. sehingga teori-teori kekerasan lain dapat digunakan, seperi teori deprivasi relatif.

Entry filed under: Catatan Kuliah yang Tertinggal. Tags: .

Hari Pertama Merangkak Jadi Blogger’s Pembangunan Faktor Pemiskinan Perempuan Desa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


KLENDERRR….

Juli 2008
S S R K J S M
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

ARSIP

Obrolan Secangkir Kopi + Getuk,..

MONOLOG

ini cuma sekedar media saat bergumam, menggerutu, dan kalo lagi pengen asbun, tanpa bermaksud menyindir atau menyinggung seseorang,...kalo merasa tersindir atau tersinggung,...yooo..wisben.. mudah-mudahan jadi bahan introspeksi tanpa perlu mengakomodir kepicikan....

TRAVELMATE

catatan kecil saat jalan-jalan dan nongkrong

MATERI KULIAH

MOHON MAAF Dengan tidak mengurangi rasa hormat , ruang ini hanya sekedar untuk "menempelkan" hasil tulisan, pemikiran sendiri dan orang lain yang merasa PEDULI untuk membantu saudara-saudara kita yang tidak mampu membeli buku terutama bahan materi perkuliahan tertentu. Bagi yang terketuk hatinya untuk urun rembug menyumbangkan materi yang dianggap perlu silakan mengirimkannya ke alamat email : deni_kusdiansyah@yahoo.com Mudah-mudah dengan media ini orang miskin pun bisa terdidik Terima kasih

SUKA-SUKA GUE

Namanya juga suka-suka gue,..hehehehehe

%d blogger menyukai ini: