PRANATA SOSIAL

Juli 23, 2008 at 8:50 am Tinggalkan komentar

PRANATA SOSIAL

Pranata sosial adalah bagaimana kita hidup di masyarakat, keluarga. dll.

Pranata adalah seperangkat norma yang mengatur segala jenis kebutuhan masyarakat.

Jenis pranata banyak karena kebutuhan masyarakat banyak antara lain : pranata keluarga, Pranata politik, pranata agama, pranata pendidikan, pranata ekonomi.

sisi positifnya masyarakat teratur dan bisa berkembang kerarah yang lebih baik, sisi negatif kehidupan individu terbelenggu oleh aturan-aturan bersama.

Selagi ada kelompok masyarakat maka pranata sosial tetap sangat dibutuhkan. Lembaga/institusi sosial di sini tidak sama dengan organisasi sosial.
Pranata (lembaga sosial) adalah sistem nilai dan norma (seperangkat aturan kompleks) yang mengatur tindakan dan perilaku masyarakat dalam memenuhi kebutuhan tertentu.
Ada beberapa jenis pranata yaitu pranata keluarga, pranata ekonomi, pranata politik, pranata agama, pranata pendidikan dsb.


Untuk memahami lebih jauh, pranata sosial sebenarnya dapat dilihat dari pola-pola tindakan sosial yang terdapat di masyarakat. Mengapa demikian? karena seperangkat norma itu sebenarnya telah mewujud berakar urat (sering disebut “melembaga”) dalam kehidupan sosial.
Dalam pranata keluarga misalnya, kita dapat melihat bahwa perilaku umum yang berpola di masyarakat adalah dalam membentuk keluarga terjadi proses perkawinan. Dalam proses perkawinan ada banyak aturan (norma) yang tidak sama antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain: ada aturan tentang lamaran, dengan siapa boleh/tidak boleh kawin, tentang mas kawin, tentang menetap setelah menikah, siapa yang menjadi wali dsb.
untuk contoh pranata pendidikan, kita dapat melihat banyak praktek yang berkaitan dengan norma di bidang pendidikan, misalnya kurikulum, proses pembelajaran, sistem penilaian, dsb.

Mengenai sisi positif dan negatif dari pranata, lebih baik memakai pendekatan aliran fungsional. Misalnya dalam pranata keluarga fungsi (positif) pendidikan adalah : mempersiapkan generasi muda untuk lebih siap hidup di masa yang akan datang. Fungsi negatif (sering disebut fungsi laten) antara lain : melestarikan perbedaan kelas sosial (untuk kasus-kasus sekolah eksklusif yang mahal) jadi secara umum fungsi negatif nya adalah jadi semacam status quo.

Entry filed under: Sosiologi. Tags: .

SOSIOLOGI PEMBANGUNAN SOSIOLOGI (BAG-1): fungsionalisme

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


KLENDERRR….

Juli 2008
S S R K J S M
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

ARSIP

Obrolan Secangkir Kopi + Getuk,..

MONOLOG

ini cuma sekedar media saat bergumam, menggerutu, dan kalo lagi pengen asbun, tanpa bermaksud menyindir atau menyinggung seseorang,...kalo merasa tersindir atau tersinggung,...yooo..wisben.. mudah-mudahan jadi bahan introspeksi tanpa perlu mengakomodir kepicikan....

TRAVELMATE

catatan kecil saat jalan-jalan dan nongkrong

MATERI KULIAH

MOHON MAAF Dengan tidak mengurangi rasa hormat , ruang ini hanya sekedar untuk "menempelkan" hasil tulisan, pemikiran sendiri dan orang lain yang merasa PEDULI untuk membantu saudara-saudara kita yang tidak mampu membeli buku terutama bahan materi perkuliahan tertentu. Bagi yang terketuk hatinya untuk urun rembug menyumbangkan materi yang dianggap perlu silakan mengirimkannya ke alamat email : deni_kusdiansyah@yahoo.com Mudah-mudah dengan media ini orang miskin pun bisa terdidik Terima kasih

SUKA-SUKA GUE

Namanya juga suka-suka gue,..hehehehehe

%d blogger menyukai ini: