SOSIOLOGI (BAG-2) : Pertukaran Sosial

Juli 23, 2008 at 9:22 am Tinggalkan komentar

SOSIOLOGI: Pertukaran Sosial

Kalau kita berteman dengan seseorang, mungkinkah kita tidak mengharapkan sesuatu apapun darinya? Kita ingin dia membantu kita dalam kesusahan, mendengar dan memberi nasihat tatkala kita membutuhkan, menghibur tatkala lagi be-te, dan seterusnya. Mengapa hal ini terjadi? Karena memang persahabatan juga membutuhkan biaya, dan setelah biaya itu dibayarkan dalam persahabatan tentu kita membutuhkan imbalan dari biaya tersebut.

Hal-hal individualistik seperti ini yang menjadi dasar pijak teori pertukaran sosial, sebuah teori sosial yang bersandar pada perilaku antar individu. Teori ini dicoba distrukturkan oleh sosiolog Inggris, George Homans (1910-1989), yang saat itu berseteru secara teoretis dengan antropolog Perancis, Claude Levi-Strauss. Levi-Strauss banyak berkecimpung dalam penelitian masyarakat primitif, dan menurutnya pertukaran sosial adalah hal yang paling bisa menggambarkan motif interaksi antara manusia secara primitif. Hal ini diamatinya mulai dari proses pernikahan dan sistem kerabatan masyarakat primitif. Ia menunjukkan bagaimana pertukaran dalam sistem sosial dapat berupa pertukaran terbatas (restricted exchange) dan pertukaran diperluas (generalized exchange).
Pertukaran terbatas ada di antara dua orang (dyad) secara langsung, digambarkan:

A <-> B, C <-> D, dan seterusnya.

Pertukaran diperluas ditemukan dengan melibatkan banyak orang (triadik dan seterusnya), misalnya interaksi:

A -> B -> C -> A, dan seterusnya.

Sebagai contoh, Levi-Strauss menunjukkan bahwa pola di mana seseorang mengawini putri saudara ibunya menyumbangkan tingkat solidaritas sosial yang lebih tinggi daripada pola lain di mana seeorang mengawini putri saudara bapaknya. Menurutnya, hal ini terjadi karena pola perkawinan terdahulu, yaitu perkawinan putri saudara ibu lebih sering terjadi dalam masyarkat primitif daripada pola kedua. Hal ini dijelaskannya secara detail melalui model pertukaran terbatas dan pertukaran diperluas.

Homans, mengajukan tiga konsep yang berbeda untuk menjelaskan pertukaran sosial, yaitu:
1. aktivitas, sebagai perilaku aktual yang digambarkan secara konkrit
2. interaksi, sebagai kegiatan yang mendorong atau didorong oleh kegiatan orang lain
3. sentimen, sebagai kegiatan yang dilakukan atas prakiraan subyektif dan akal sehat individu

Dari konsep ini ia bergerak lebih jauh untuk menerangkan bagaimana konsep biaya dan imbalan dalam struktur sosial.

Sosiolog Amerika Peter Blau, mengembangkan teori pertukaran yang lebih komprehensif, yaitu analisis pertukaran antar individu dalam organisasi yang kompleks; bagaimana pertukaran di tingkat MIKRO sebagaimana yang diterangkan oleh Homans dalam kebrojolan organisasi sosial yang besar di tingkat MAKRO. Pertukaran-pertukaran di tingkat individu ini membrojolkan institusi sosial, dan cara untuk mengamati pertukaran sosial di tingkat mikro adalah dengan menggunakan pendekatan-pendekatan psikologis individu seperti dukungan sosial, dan sebagainya. Ia banyak berbicara tentang bagaimana pertukaran yang tak seimbang menimbulkan dominasi sosial, strategi dalam pertukaran sosial, dan bagaimana sebuah struktur kekuasaan menjadi stabil dan seimbang.

Only social exchange tends to engender feelings of personal obligation, gratitude, and trust; purely economic exchange as such does not.( Peter Blau)

Entry filed under: Sosiologi. Tags: .

SOSIOLOGI (BAG-1): fungsionalisme Pemerintahan Desa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


KLENDERRR….

Juli 2008
S S R K J S M
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

ARSIP

Obrolan Secangkir Kopi + Getuk,..

MONOLOG

ini cuma sekedar media saat bergumam, menggerutu, dan kalo lagi pengen asbun, tanpa bermaksud menyindir atau menyinggung seseorang,...kalo merasa tersindir atau tersinggung,...yooo..wisben.. mudah-mudahan jadi bahan introspeksi tanpa perlu mengakomodir kepicikan....

TRAVELMATE

catatan kecil saat jalan-jalan dan nongkrong

MATERI KULIAH

MOHON MAAF Dengan tidak mengurangi rasa hormat , ruang ini hanya sekedar untuk "menempelkan" hasil tulisan, pemikiran sendiri dan orang lain yang merasa PEDULI untuk membantu saudara-saudara kita yang tidak mampu membeli buku terutama bahan materi perkuliahan tertentu. Bagi yang terketuk hatinya untuk urun rembug menyumbangkan materi yang dianggap perlu silakan mengirimkannya ke alamat email : deni_kusdiansyah@yahoo.com Mudah-mudah dengan media ini orang miskin pun bisa terdidik Terima kasih

SUKA-SUKA GUE

Namanya juga suka-suka gue,..hehehehehe

%d blogger menyukai ini: